Berita

AWAS BAHAYA PNEUMONIA!!!!

Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang bisa menjangkiti salah satu atau kedua paru-paru. Pneumonia juga dikenal dengan istilah paru-paru basah. Pada kondisi ini, infeksi menyebabkan peradangan pada kantong-kantong udara (alveoli) di salah satu atau kedua paru-paru. Akibatnya, alveoli dipenuhi cairan, lender, atau nanah sehingga membuat penderitanya sulit bernapas. Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada anak-anak di seluruh dunia. Di seluruh dunia, 800.000 balita meninggal karena pneumonia setiap tahunnya. Di Indonesia, lebih dari 19.000 balita meninggal karena pneumonia di 2018, atau lebih dari 2 anak setiap jam. Data dari World Health Organization menyebutkan bahwa pada tahun 2019, sebanyak 740.180 anak-anak meninggal akibat pneumonia. Polusi udara di dalam ruangan berkontribusi terhadap kematian anak dari pneumonia yang berkaitan dengan polusi udara sebanyak 62%. Meskipun begitu, pneumonia bisa menimpa orang dewasa dengan dampak yang kurang lebih sama.

Penyebab pneumonia bisa berasal dari virus, bakteri, dan jamur. SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 adalah salah satu jenis virus yang bisa menyebabkan pneumonia. Pneumonia terkadang juga bisa muncul beserta penyakit paru-paru lain, misalnya TB paru. Beberapa virus yang umum menyebabkan pneumonia adalah virus influenza, respiratory syncytial virus (RSV), dan SARS-CoV-2. Sementara jenis bakteri yang umum menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus pneumonia.

Pneumonia dapat menular dan bisa menyebar dengan beberapa cara. Pneumonia bisa menular melalui udara (dari batuk atau bersin), melalui darah, khususnya selama atau setelah kelahiran, atau setelah kelahiran, atau melalui permukaan yang terkontaminasi.

Gejala pneumonia cukup bervariasi. Namun, umumnya pneumonia ditandai dengan batuk dengan intensitas tinggi dan disertai dahak, demam, menggigil dengan suhu tubuh mencapai lebih dari 38 derajat Celcius, sesak napas, nyeri dada ketika bernapas atau batuk, mual dan muntah, nafsu makan menghilang, detak jantung terasa cepat serta tubuh yang mudah lelah. Untuk gejala pneumonia lainnya yang cukup jarang terjadi namun bisa saja muncul sebagai gejala penyerta dari pneumonia adalah batuk disertai darah, nyeri sendi dan otot, lemas dan Lelah, kepala sakit, mual dan muntah. Gejala tersebut umumnya akan terjadi selama 1 - 2 hari, tanpa penurunan gejala. Namun, kondisi ini bisa berbeda tergantung dari sistem kekebalan tubuh masing-masing.

Semua orang bisa mengalami pneumonia, berikut merupakan orang yang lebih berisiko terserang pneumonia yaitu bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun, lansia yang berusia 65 tahun, perokok, seseorang dengan system kekebalan tubuh yang rendah misalnya HIV atau seseorang yang sedang menjalani kemoterapi, pengidap penyakit kronis seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis, dan pasien di rumah sakit terutama yang menggunakan alat bantu pernapasan atau ventilator.

Cara mengobati pneumonia harus disesuaikan dengan penyebab utama serta tingkat keparahannya. Dalam kondisi yang tidak terlalu parah, pneumonia akibat infeksi bakteri bisa diatasi dengan pemberian antibiotik, baik lewat oral maupun cairan infus. Sedangkan untuk pneumonia yang disebabkan oleh infeksi virus, cara pengobatannya bisa dengan mengkonsumsi obat anti virus, seperti zanamivir (Relenza) atau oseltamivir (Tamiflu).

Pencegahan risiko terjadinya pneumonia yaitu berhenti merokok, konsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga daya tahan tubuh, memakai masker, rutin melakukan olahraga, istirahat yang cukup, melakukan vaksinasi PCV.

 

Sumber :

https://www.unicef.org/indonesia/id/kesehatan/cerita/kenali-6-fakta-tentang-pneumonia-pada-anak  diakses tanggal 29 Desember 2023

https://www.alodokter.com/pneumonia diakses tanggal 29 Desember 2023

https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/pneumonia diakses tanggal 29 Desember 2023

 

 

 

 

Berita Lainnya