Admin
25-04-2025
Pneumonia
merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang bisa menjangkiti salah satu atau
kedua paru-paru. Pneumonia juga dikenal dengan
istilah paru-paru
basah. Pada kondisi ini, infeksi menyebabkan
peradangan pada kantong-kantong udara (alveoli) di salah satu atau kedua
paru-paru. Akibatnya, alveoli dipenuhi cairan, lender, atau nanah sehingga
membuat penderitanya sulit bernapas. Pneumonia merupakan salah satu penyebab
kematian tertinggi pada anak-anak di
seluruh dunia. Di
seluruh dunia, 800.000 balita meninggal karena pneumonia setiap tahunnya. Di
Indonesia, lebih dari 19.000 balita meninggal karena pneumonia di 2018, atau
lebih dari 2 anak setiap jam. Data dari World Health
Organization menyebutkan bahwa pada tahun 2019, sebanyak 740.180 anak-anak
meninggal akibat pneumonia. Polusi udara di dalam ruangan berkontribusi
terhadap kematian anak dari pneumonia yang berkaitan dengan polusi udara
sebanyak 62%. Meskipun begitu, pneumonia bisa menimpa orang dewasa dengan
dampak yang kurang lebih sama.
Penyebab pneumonia bisa berasal dari virus, bakteri, dan
jamur. SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 adalah salah satu jenis virus yang
bisa menyebabkan pneumonia. Pneumonia terkadang juga bisa muncul
beserta penyakit paru-paru lain, misalnya TB paru. Beberapa virus yang umum
menyebabkan pneumonia adalah virus influenza, respiratory syncytial virus (RSV), dan SARS-CoV-2.
Sementara jenis bakteri yang umum menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus pneumonia.
Pneumonia dapat menular dan bisa menyebar dengan beberapa
cara. Pneumonia bisa menular melalui udara (dari batuk atau bersin), melalui
darah, khususnya selama atau setelah kelahiran, atau setelah kelahiran, atau
melalui permukaan yang terkontaminasi.
Gejala
pneumonia cukup bervariasi. Namun, umumnya pneumonia ditandai dengan batuk
dengan intensitas tinggi dan disertai dahak, demam, menggigil dengan suhu tubuh
mencapai lebih dari 38 derajat Celcius, sesak napas, nyeri dada ketika bernapas
atau batuk, mual dan muntah, nafsu makan menghilang, detak jantung terasa cepat
serta tubuh yang mudah lelah. Untuk gejala pneumonia lainnya yang cukup jarang
terjadi namun bisa saja muncul sebagai gejala penyerta dari pneumonia adalah
batuk disertai darah, nyeri sendi dan otot, lemas dan Lelah, kepala sakit, mual
dan muntah. Gejala tersebut umumnya akan terjadi selama 1 - 2 hari, tanpa
penurunan gejala. Namun, kondisi ini bisa berbeda tergantung dari sistem
kekebalan tubuh masing-masing.
Semua
orang bisa mengalami pneumonia, berikut merupakan orang yang lebih berisiko
terserang pneumonia yaitu bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun, lansia yang
berusia 65 tahun, perokok, seseorang dengan system kekebalan tubuh yang rendah
misalnya HIV atau seseorang yang sedang menjalani kemoterapi, pengidap penyakit
kronis seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis, dan pasien di rumah
sakit terutama yang menggunakan alat bantu pernapasan atau ventilator.
Cara
mengobati pneumonia harus disesuaikan dengan penyebab utama serta tingkat
keparahannya. Dalam kondisi yang tidak terlalu parah, pneumonia akibat infeksi
bakteri bisa diatasi dengan pemberian antibiotik, baik lewat oral maupun cairan
infus. Sedangkan untuk pneumonia yang disebabkan oleh infeksi virus, cara
pengobatannya bisa dengan mengkonsumsi obat anti virus, seperti zanamivir
(Relenza) atau oseltamivir (Tamiflu).
Pencegahan
risiko terjadinya pneumonia yaitu berhenti merokok, konsumsi makanan bergizi
seimbang, menjaga daya tahan tubuh, memakai masker, rutin melakukan olahraga,
istirahat yang cukup, melakukan vaksinasi PCV.
Sumber :
https://www.unicef.org/indonesia/id/kesehatan/cerita/kenali-6-fakta-tentang-pneumonia-pada-anak diakses tanggal 29
Desember 2023
https://www.alodokter.com/pneumonia diakses tanggal 29
Desember 2023
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/pneumonia diakses tanggal 29
Desember 2023