Admin
28-06-2025
Boraks merupakan senyawa dengan nama kimia natrium
tetraborat yang berbentuk kristal lunak boraks bila dilarutkan dalam air akan
terurai menjadi natrium hidroksida dan asam borat. Jenis-jenis Boraks yang biasa digunakan antara lain adalah
Natrium biborat (Sodium biborate),
Natrium piborat (Sodium piborate),
Disodium tetraborate, Sodium
borate decahydrate, Boric
acid, Disodium
salt, Antypionin, Boracsu, Boricin, Jaikin, Neobar, Polybor.
Boraks banyak digunakan di berbagai industri
non pangan, seperti di industri kertas, kayu, plastik, keramik dan gelas.
Selain sebagai pengawet anorganik, boraks juga merupakan pembunuh mikroba yang
ampuh. Gelas pyrex atau
peralatan gelas laboratorium kimia bisa memiliki performa yang sangat kuat
menahan panas karena dibuat dengan campuranboraks.Boraks dapat digunakan
sebagai antiseptik, obat kumur, semprot hidung dan salep luka kecil. Larutan
asam borat dalam air (3%) dapat digunakan sebagai obat cuci mata.
Penyalahgunakan Boraks pada pangan antara lain sebagai
pengenyal pada pangan seperti bakso, mie, kerupuk dan empek-empek. Cara
mudah mengenali bahan makanan mengandung boraks adalah dengan memperhatikan
tampilan fisiknya, dimanabahan makanan mengandung boraks pada umumnya
teksturnya menjadi sangat kenyal dan tahan beberapa hari jika disimpan dalam
suhu kamar. Tahu yang proses produksinya menggunakan boraks rasanya tajam,
sangat gurih, terasa getir pada lidah. Mie yang menggunakan boraks sebagai
pengawet menjadi sangat mengkilat seperti dilumuri minyak, tidak lengket dan
tidak mudah putus. Bakso, lontong, ketupat menggunakan boraks sebagai pengawet
dan pengeras. Bakso yang mengandung boraks cenderung berwarna putih tidak
kecoklatan seperti penggunaan daging. Kalau digigit bakso kembali ke tekstur
semula, kenyal dan cenderung keras. Demikian juga ketupat dan lontong, warnanya
menjadi putih pucat dengan aroma yang sangat tajam. Selain itu, boraks juga
digunakan sebagai pengawet untuk kecap, teh, cenil, kerupuk dan beragam jenis
makanan lain.
Boraks sangat berbahaya bagi kesehatan manusia apabila terhirup,
terminum, termakan lalu masuk ke dalam tubuh manusia dalam jumlah banyak.
Makanan mengandung boraks yang dikonsumsi sedikit demi sedikit akan
mengakibatkan terjadinya akumulasi bahan kimia boraks yang bersifat karsinogen
dalam organ tubuh manusia seperti hati, otak, ginjal dan testis. Boraks yang
dikonsumsi cukup tinggi dapat menyebabkan gejala pusing, muntah, mencret,
kejang perut, kerusakan ginjal, hilang nafsu makan. Bahkan hingga kejadian
meninggal dunia dapat terjadi pada bayi dan anak kecil hanya dengan dosis
toksin boraks dalam tubuh yang telah mencapailebih dari 5 gram. Sementara
kematian pada orang dewasa dapat terjadi jika dosis toksinboraks sudah mencapai
10-20 gram. Batas aman penggunaan boraks pada makanan secara legal adalah 1
gram per 1 kilogram pangan (1/1000).
Adapun bahan pengganti boraks yang aman
dipakai dan dapat memberikan efek sama sebagai pengenyal dan pengawet
alamiadalah air abu yang berasal dari pembakaran tangkai bulir padi (merang)
dan daun pisang kering (klaras). Selain itu alternatif pengawet alami lain
pengganti boraks adalah air kapur sirih dan Sodium tripolyphosphate (STPP atau E451).
Kelebihan penggunaan STPP dibanding boraks adalah harganya lebih murah, dengan
hanya sedikit STPP dapat membuat adonan kue mengembang, lebih renyah dan lebih
lezat.
Daftar
Pustaka :
https://www.pom.go.id/new/view/more/artikel/14/Apa-itu-Boraks-.html diakses bulan Mei 2022
https://sib3pop.menlhk.go.id/index.php/articles/view?slug=mengenal-boraks-dan-dampak-penggunaannya diakses bulan Mei 2022