Berita

AWAS BAHAYA BORAKS!!!

Boraks merupakan senyawa dengan nama kimia natrium tetraborat yang berbentuk kristal lunak boraks bila dilarutkan dalam air akan terurai menjadi natrium hidroksida dan asam borat. Jenis-jenis Boraks yang biasa digunakan antara lain adalah Natrium biborat (Sodium biborate), Natrium piborat (Sodium piborate), Disodium tetraborate, Sodium borate decahydrateBoric acidDisodium salt, Antypionin, Boracsu, Boricin, Jaikin, Neobar, Polybor.

 

Boraks banyak digunakan di berbagai industri non pangan, seperti di industri kertas, kayu, plastik, keramik dan gelas. Selain sebagai pengawet anorganik, boraks juga merupakan pembunuh mikroba yang ampuh. Gelas pyrex atau peralatan gelas laboratorium kimia bisa memiliki performa yang sangat kuat menahan panas karena dibuat dengan campuranboraks.Boraks dapat digunakan sebagai antiseptik, obat kumur, semprot hidung dan salep luka kecil. Larutan asam borat dalam air (3%) dapat digunakan sebagai obat cuci mata.

 

Penyalahgunakan Boraks pada pangan antara lain sebagai pengenyal pada pangan seperti bakso, mie, kerupuk dan empek-empek. Cara mudah mengenali bahan makanan mengandung boraks adalah dengan memperhatikan tampilan fisiknya, dimanabahan makanan mengandung boraks pada umumnya teksturnya menjadi sangat kenyal dan tahan beberapa hari jika disimpan dalam suhu kamar. Tahu yang proses produksinya menggunakan boraks rasanya tajam, sangat gurih, terasa getir pada lidah. Mie yang menggunakan boraks sebagai pengawet menjadi sangat mengkilat seperti dilumuri minyak, tidak lengket dan tidak mudah putus. Bakso, lontong, ketupat menggunakan boraks sebagai pengawet dan pengeras. Bakso yang mengandung boraks cenderung berwarna putih tidak kecoklatan seperti penggunaan daging. Kalau digigit bakso kembali ke tekstur semula, kenyal dan cenderung keras. Demikian juga ketupat dan lontong, warnanya menjadi putih pucat dengan aroma yang sangat tajam. Selain itu, boraks juga digunakan sebagai pengawet untuk kecap, teh, cenil, kerupuk dan beragam jenis makanan lain.

 

Boraks sangat berbahaya bagi kesehatan manusia apabila terhirup, terminum, termakan lalu masuk ke dalam tubuh manusia dalam jumlah banyak. Makanan mengandung boraks yang dikonsumsi sedikit demi sedikit akan mengakibatkan terjadinya akumulasi bahan kimia boraks yang bersifat karsinogen dalam organ tubuh manusia seperti hati, otak, ginjal dan testis. Boraks yang dikonsumsi cukup tinggi dapat menyebabkan gejala pusing, muntah, mencret, kejang perut, kerusakan ginjal, hilang nafsu makan. Bahkan hingga kejadian meninggal dunia dapat terjadi pada bayi dan anak kecil hanya dengan dosis toksin boraks dalam tubuh yang telah mencapailebih dari 5 gram. Sementara kematian pada orang dewasa dapat terjadi jika dosis toksinboraks sudah mencapai 10-20 gram. Batas aman penggunaan boraks pada makanan secara legal adalah 1 gram per 1 kilogram pangan (1/1000).

Adapun bahan pengganti boraks yang aman dipakai dan dapat memberikan efek sama sebagai pengenyal dan pengawet alamiadalah air abu yang berasal dari pembakaran tangkai bulir padi (merang) dan daun pisang kering (klaras). Selain itu alternatif pengawet alami lain pengganti boraks adalah air kapur sirih dan Sodium tripolyphosphate (STPP atau E451). Kelebihan penggunaan STPP dibanding boraks adalah harganya lebih murah, dengan hanya sedikit STPP dapat membuat adonan kue mengembang, lebih renyah dan lebih lezat.

 

Daftar Pustaka :

https://www.pom.go.id/new/view/more/artikel/14/Apa-itu-Boraks-.html diakses bulan Mei 2022

https://sib3pop.menlhk.go.id/index.php/articles/view?slug=mengenal-boraks-dan-dampak-penggunaannya diakses bulan Mei 2022

 

Berita Lainnya