Admin
23-10-2026
Coliform
adalah bakteri gram negatif berbentuk batang bersifat anaerob atau fakultatif
anaerob, tidak membentuk spora, dan dapat memfermentasi laktosa untuk
menghasilkan asam dan gas pada suhu 35°C-37°C (Knechtges, 2011). Golongan
bakteri Coliform adalah Citrobacter, Enterobacter, Escherichia coli, dan
Klebsiella (Batt, 2014). Bakteri Coliform adalah golongan bakteri intestinal
yaitu hidup di dalam saluran pencernaan manusia (Treyens, 2009). Penggolongan
bakteri Coliform dan sifat-sifatnya, dibagi menjadi dua yaitu Coliform fekal
diantaranya bakteri Escherichia coli berasal dari tinja manusia. Coliform non
fekal diantaranya Aerobacter dan Klebsiella yang bukan berasal dari tinja
manusia, melainkan berasal dari hewan/tanaman yang sudah mati (Suriaman, 2008).
Bakteri
Coliform termasuk flora normal usus besar manusia dan hewan berdarah panas,
tidak berbahaya namun ada beberapa strain yang patogen pada manusia maupun
hewan. Escherichia coli dapat dijumpai pada air, makanan, tanah yang terkontaminasi
oleh tinja. Adanya bakteri Coliform dalam air menunjukan air terkontaminasi
oleh tinja bersifat patogen di dalam usus, sehingga tidak layak untuk
dikonsumsi
Jenis – jenis
Coliform :
1. Coliform Total: Merupakan kelompok besar bakteri
coliform yang umum ditemukan di lingkungan. Keberadaannya menunjukkan potensi
masalah sanitasi
2. Coliform Fekal: Kelompok coliform yang lebih spesifik,
hidup di saluran pencernaan hewan dan manusia. Keberadaannya mengindikasikan
kontaminasi tinja.
3.
E. coli: Salah satu jenis coliform fekal
yang paling umum dan dapat menyebabkan penyakit, seperti diare dan infeksi
saluran kemih.
Keberadaan coliform dalam air dapat disebabkan oleh
beberapa faktor, antara lain sanitasi yang buruk, Pengolahan air yang tidak memadai,
Kontaminasi tinja hewan atau manusia, Kerusakan pada sistem perpipaan air. Bakteri
coliform bisa masuk ke air lewat banyak cara, seperti saluran pembuangan bocor,
limbah rumah tangga atau pertanian, serta pipa air yang rusak. Kebiasaan buruk
seperti buang sampah sembarangan, tidak membersihkan kotoran hewan, atau
pembangunan tanpa sistem sanitasi yang baik juga memperbesar risiko pencemaran.
Bahkan air hujan yang mengalir membawa kotoran dari jalanan bisa menyebabkan
coliform masuk ke sumur atau tangki air.
Meskipun tidak semua bakteri coliform berbahaya,
keberadaannya menunjukkan risiko adanya mikroorganisme patogen yang dapat
menyebabkan berbagai penyakit. Beberapa penyakit yang dapat disebabkan oleh
coliform antara lain diare, kram perut, mual dan muntah, demam, dan infeksi
saluran kemih.
Cara menghilangkan bakteri Coliform dalam air yaitu
dengan cara perebusan di suhu 60oC, dibutuhkan waktu 5-10 menit agar
bakteri benar-benar mati. Dengan mempertahankan suhu dan durasi agar
benar-benar efektif, menggunakan filter air seperti karbon aktif, menambahkan
klorin dalam takaran yang tepat, serta memakai system pemurnian seperti,
Pengujian
coliform umumnya dilakukan untuk memastikan kualitas air dan makanan. Metode
yang umum digunakan adalah MPN (*Most Probable Number*). Selain itu, ada
beberapa cara lain yang juga sering digunakan yaitu Metode
membrane filter yaitu metode penyaringan sampel melalui membran khusus
untuk menangkap bakteri coliform, yang kemudian diinkubasi dan dihitung.
Di UPTD
Laboratorium Kesehatan Kota Surakarta melayani pemeriksaan bakteri E.Coli atau Coliform dengan biaya
35.000.
Sumber :
https://www.halodoc.com/artikel/coliform-definisi-jenis-risiko-dan-carapengujian?srsltid=AU7gw4XCrBUw5gTn-B2HosLcNY8eubH5MZmXtHCB3mvi5_NRXHWyNcRc
https://dinkes.gunungkidulkab.go.id/mengenal-bakteri-coliform-dan-air-bersih/
https://www.midea.com/id/blog/2025/bakteri-coliform