Admin
20-04-2026
Formaldehyde atau formalin adalah larutan yang
tidak berwarna dan baunya sangat menusuk.
Formalin
dikenal luas sebagai bahan pembunuh hama (desinfektan) dan banyak digunakan
dalam industri.
Kegunaan formalin adalah sebagai pembunuh
kuman, pembasmi lalat dan berbagai serangga lain , bahan pada pembuatan sutra
buatan, zat pewarna, cermin kaca, dan bahan peledak, pengeras lapisan gelatin
dan kertas, bahan pembuatan pupuk, bahan untuk pembuatan produk parfum, bahan
pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku, pencegah korosi untuk sumur
minyak, bahan untuk insulasi busa, bahan perekat untuk produk kayu lapis,
pengawet mayat.
Namun, formalin banyak disalahgunakan sebagai pengawet
pada makanan seperti ikan segar, ayam potong, mie basah dan tahu.
Ciri-ciri
umum pada beberapa makanan yang diduga mengandung formalin untuk jenis mie
basah adalah tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar (25 derajat celcius)
dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celcius). Bau
mie agak menyengat yakni bau khas formalin, dan mie basah tersebut tidak
lengket serta lebih mengkilap dibanding mie tanpa formalin.
Sedangkan
tahu yang mengandung formalin tidak rusak hingga 3 hari pada suhu kamar dan
bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es. Tahu keras namun tidak padat
dan bau agak menyengat khas formalin. Bentuknya bagus dan kenyal
Bakso
yang mengadung formalin tidak rusak sampai 5 hari pada suhu kabar dan memeliki
tekstur sangat kenyal. Sedangkan ikan segar berformalin tidak rusak sampai 3
hari pada suhu kamar, warna insang merah tua dan tidak cemerlang serta bau
menyengat khas formalin.
Sementara
ikan asin mengandung formalin dengan ciri-ciri tidak rusak sampai lebih dari 1
bulan pada suhu kamar, warna ikan asin bersih cerah namun tidak berbau khas
ikan asin.
Ayam potong
yang berwarna putih bersih, awet dan tidak mudah busuk.
Ikan basah
yang warnanya putih bersih, kenyal, insangnya berwarna merah tua bukan merah
segar, awet sampai beberapa hari dan tidak mudah busuk.
Dampak formalin pada kesehatan manusia, dapat bersifat
·
Jika
terhirup akan menyebabkan iritasi dan bahkan rasa terbakar pada hidung dan
tenggorokan, sukar bernafas, nafas pendek, sakit kepala, dan dapat menyebabkan
kanker paru-paru. Pada konsentrasi sangat tinggi akan menyebabkan kematian.
·
Jika
kontak dengan kulit. Uap atau larutannya dapat menyebabkan rasa sakit, keras,
mati rasa, kemerahan pada kulit, gatal, dan kulit terbakar.
·
Jika
terkena mata akan menyebabkan mata memerah, gatal, berair, kerusakan mata,
penglihatan kabur, bahkan kebutaan.
·
Jika
tertelan akan menyebabkan mual, muntah-muntah, perut terasa perih, diare, sakit
kepala, pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit
membiru, hilangnya pandangan, kejang, bahkan koma dan
kematian.
Untuk mengetahui apakah makanan atau bahan makanan
bapak/ibu/saudara mengandung formalin dapat diperiksakan ke laboratorium
kesehatan dinas kesehatan kota surakarta. Dengan biaya pemeriksaan per sampel
Rp.15.000
Sumber :
https://dinkes.pasuruankab.go.id/berita-formalin-boraks-dan-rhodamin-b.html
https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/88/FORMALIN.htm