Berita

Apa itu bakteri E.Coli??

 

E. coli merupakan bakteri Gram Negatif (memiliki lipopolisakarida dan berwarna merah saat pewarnaan Gram) yang berbentuk basil (batang) dan versatile (dapat berkolonisasi dan bertahan di berbagai kondisi lingkungan, termasuk tubuh manusia). E.Coli adalah salah satu jenis bakteri coliform, tetapi spesifik berasal dari kotoran manusia dan hewan berdarah panas.  Sebagian besar strain dari E. coli tidak berbahaya, namun beberapa jenis seperti OH157:H7 Enterohemorrhagic E. coli (EHEC) merupakan patogen yang dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan (seperti bloody diarrhea).

 

E. coli seringkali ditemukan pada feses dan digunakan sebagai indikator fecal contamination pada air mineral. Hal tersebut dikarenakan keberadaan E. coli meningkatkan probabilitas keberadaan patogen enterik pada air mineral tersebut. Sumber utama E.Coli yaitu kontaminasi tinja ke dalam sumber air.

 

E.Coli bisa masuk ke air minum atau air bersih karena bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor :

1. Limpasan pertanian dan peternakan

2. Kebocoran saluran pembuangan

3. Pengolahan air yang tidak maksimal

4. Kurangnya sanitasi tangka penyimpanan air

 

Dampak Kesehatan dari Air yang Terkontaminasi E. coli

Diare dan Dehidrasi Infeksi E. coli sering menyebabkan diare parah yang dapat berujung pada dehidrasi

Infeksi Saluran Kemih (ISK) Beberapa strain E. coli dapat menyebabkan infeksi saluran kemih jika air yang terkontaminasi digunakan untuk kebersihan pribadi.

Gangguan Pencernaan Konsumsi air yang mengandung E. coli dapat menyebabkan mual, muntah, dan kram perut yang berlangsung selama beberapa hari.

Hemolytic Uremic Syndrome (HUS) Infeksi E. coli O157:H7 dapat menyebabkan komplikasi serius seperti HUS, yang dapat berujung pada gagal ginjal dan bahkan kematian, terutama pada anak-anak dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Menurut Permenkes No. 2 Tahun 2023, air minum dan air bersih tidak boleh mengandung coliform total maupun E.coli. Kadar baku mutu E.Coli dan total coliform pada air bersih dan air air minum yaitu 0 per 100 mL.

Cara mendeteksi Coliform dan E.Coli

Pengujian biasanya dilakukan di Laboratorium lingkungan menggunakan metode :

1.    Uji Eosin Methylene Blue Agar

Metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membedakan E. coli dari bakteri lain berdasarkan kemampuan fermentasi laktosa. EMB mengandung pewarna eosin dan metilen biru yang menghambat bakteri Gram-positif dan memungkinkan deteksi bakteri fermentatif.

2.    Most Probable Number

MPN adalah metode kuantitatif berbasis statistik untuk mengestimasi jumlah bakteri coliform (termasuk Escherichia coli) dalam sampel air melalui uji tabung ganda atau tabung rangkap tiga.

3.    Membrane Filtration

Metode ini dilakukan dengan menghitung langsung jumlah koloni bakteri dalam volume tertentu air. Sampel air disaring menggunakan membran pori (0,45 µm)

Di UPTD Laboratorium Kesehatan Kota Surakarta dapat melakukan pemeriksaan kandungan bakteriologis dalam air (E.Coli dan Total Coliform) dengan biaya Rp. 35.000,-

Cara mencegah kontaminasi E.Coli dalam air dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu :

1.    Merebus air sebelum dikonsumsi untuk membunuh bakteri berbahaya

2.    Menggunakan filter air berkualitas yang mampu menyaring bakteri

3.    Menghindari buang limbah sembarangan terutama di dekat sumber air bersih

4.    Menjaga kebersihan lingkungan dengan membangun sanitasi yang baik

5.    Memastikan sumber air minum berasal dari tempat yang terpercaya dan sudah diuji keamanannya

Sumber :

https://puskesmasmeninting-dikes.lombokbaratkab.go.id/artikel/bahaya-kandungan-e-coli-dalam-air-terhadap-kesehatan/

https://greenlab.co.id/news/Apa-Bedanya-Coliform-dan-E-coli-dalam-Air-Minum

https://archaea.sith.itb.ac.id/microcurrent/apa-arti-sebenarnya-kehadiran-escherichia-coli-dalam-air/

 

Berita Lainnya