Admin
28-02-2026
E. coli merupakan bakteri Gram Negatif (memiliki
lipopolisakarida dan berwarna merah saat pewarnaan Gram) yang berbentuk basil
(batang) dan versatile (dapat berkolonisasi dan bertahan di
berbagai kondisi lingkungan, termasuk tubuh manusia). E.Coli adalah salah satu
jenis bakteri coliform, tetapi spesifik berasal dari kotoran manusia dan hewan
berdarah panas. Sebagian besar strain dari E.
coli tidak berbahaya, namun beberapa jenis seperti OH157:H7 Enterohemorrhagic
E. coli (EHEC) merupakan patogen yang dapat menyebabkan penyakit
saluran pencernaan (seperti bloody diarrhea).
E. coli seringkali
ditemukan pada feses dan digunakan sebagai indikator fecal
contamination pada air mineral. Hal tersebut dikarenakan
keberadaan E. coli meningkatkan probabilitas keberadaan
patogen enterik pada air mineral tersebut. Sumber utama E.Coli yaitu
kontaminasi tinja ke dalam sumber air.
E.Coli bisa masuk ke air minum atau air bersih
karena bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor :
1. Limpasan pertanian dan peternakan
2. Kebocoran saluran pembuangan
3. Pengolahan air yang tidak maksimal
4. Kurangnya sanitasi tangka penyimpanan air
Dampak
Kesehatan dari Air yang Terkontaminasi E. coli
Diare
dan Dehidrasi Infeksi E. coli sering menyebabkan diare parah
yang dapat berujung pada dehidrasi
Infeksi
Saluran Kemih (ISK) Beberapa strain E. coli dapat
menyebabkan infeksi saluran kemih jika air yang terkontaminasi digunakan untuk
kebersihan pribadi.
Gangguan
Pencernaan Konsumsi air yang mengandung E. coli dapat
menyebabkan mual, muntah, dan kram perut yang berlangsung selama beberapa hari.
Hemolytic
Uremic Syndrome (HUS) Infeksi E. coli O157:H7
dapat menyebabkan komplikasi serius seperti HUS, yang dapat berujung pada gagal
ginjal dan bahkan kematian, terutama pada anak-anak dan orang dengan sistem
kekebalan tubuh lemah.
Menurut
Permenkes No. 2 Tahun 2023, air minum dan air bersih tidak boleh mengandung
coliform total maupun E.coli. Kadar baku mutu E.Coli dan total coliform pada air
bersih dan air air minum yaitu 0 per 100 mL.
Cara
mendeteksi Coliform dan E.Coli
Pengujian
biasanya dilakukan di Laboratorium lingkungan menggunakan metode :
1. Uji
Eosin Methylene Blue Agar
Metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membedakan E. coli dari bakteri lain berdasarkan kemampuan fermentasi
laktosa. EMB mengandung pewarna eosin dan metilen biru yang menghambat bakteri
Gram-positif dan memungkinkan deteksi bakteri fermentatif.
2. Most Probable Number
MPN adalah metode kuantitatif berbasis statistik untuk
mengestimasi jumlah bakteri coliform (termasuk Escherichia coli) dalam sampel air melalui uji tabung ganda atau tabung
rangkap tiga.
3. Membrane Filtration
Metode ini dilakukan dengan menghitung langsung jumlah
koloni bakteri dalam volume tertentu air. Sampel air disaring menggunakan
membran pori (0,45 µm)
Di UPTD Laboratorium Kesehatan Kota Surakarta dapat
melakukan pemeriksaan kandungan bakteriologis dalam air (E.Coli dan Total Coliform)
dengan biaya Rp. 35.000,-
Cara
mencegah kontaminasi E.Coli dalam air dapat dilakukan dengan beberapa cara
yaitu :
1. Merebus
air sebelum dikonsumsi untuk membunuh bakteri berbahaya
2. Menggunakan
filter air berkualitas yang mampu menyaring bakteri
3. Menghindari
buang limbah sembarangan terutama di dekat sumber air bersih
4. Menjaga
kebersihan lingkungan dengan membangun sanitasi yang baik
5. Memastikan
sumber air minum berasal dari tempat yang terpercaya dan sudah diuji
keamanannya
Sumber
:
https://greenlab.co.id/news/Apa-Bedanya-Coliform-dan-E-coli-dalam-Air-Minum