Admin
31-01-2026
Sifilis adalah penyakit
menular pada organ reproduksi wanita maupun pria yang disebabkan oleh infeksi
bakteri dan dapat menular melalui aktivitas seksual dengan penderitanya. Raja
singa atau sifilis adalah salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan
oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini dimulai sebagai luka yang
tidak nyeri, biasanya pada alat kelamin, rektum atau mulut. Kondisi ini dapat
menyebar dari orang ke orang melalui kontak kulit atau selaput lendir dari luka
ini selama aktivas seksual. Pada kasus
yang lebih jarang, kondisi ini dapat menyebar melalui kontak langsung dengan
lesi aktif, seperti saat berciuman. Ini juga dapat ditularkan dari ibu ke
bayinya selama kehamilan atau persalinan.
Sifilis
disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum yang
berbentuk spiral. Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil,
lecet, ruam pada kulit, atau melalui selaput lendir, yaitu jaringan dalam mulut
atau kelamin. Sifilis lebih banyak menular akibat berhubungan seksual dengan
penderita infeksi ini. Selain hubungan seksual, penyebaran bisa terjadi melalui
kontak fisik dengan luka di tubuh penderita, atau menular dari ibu ke janin
saat kehamilan atau persalinan. Beberapa kondisi yang membuat seseorang berisiko
tertular yaitu bergonta ganti pasangan seksual (baik dengan lawan jenis maupun sesame
jenis), berhubungan seksual tanpa kondom, memiliki pasangan seksual penderita
sifilis, memiliki orientasi seksual lelaki seks lelaki, positif terinfeksi HIV.
Gejala penyakit
sifilis antara lain ;
1. Sifilis Primer
Gejala muncul antara 10-90 hari setelah
penderita terpapar bakteri penyebab sifilis. Awalnya, gejala yang muncul berupa
luka kecil di kulit (chancre) yang tidak terasa sakit. Luka ini
timbul di lokasi masuknya bakteri ke dalam tubuh, biasanya di sekitar kelamin. Luka sifilis juga dapat muncul di area mulut atau
dubur. Tidak hanya di bagian luar, luka akibat sipilis juga bisa muncul di
bagian dalam vagina, dubur, atau mulut sehingga tidak terlihat. Luka tersebut
terkadang tidak menimbulkan rasa sakit sehingga penderita bisa tidak menyadari
terkena sifilis.
2. Sifilis Sekunder
Gejala
sifilis sekunder berbentuk ruam bisa muncul di bagian tubuh mana pun, terutama
di telapak tangan dan kaki. Ruam tersebut dapat disertai kutil pada area
kelamin atau mulut, namun tidak menimbulkan rasa gatal. Selain
timbul ruam, gejala sipilis (sifilis) tahap sekunder juga bisa disertai gejala
lain, seperti demam, lemas, nyeri otot, sakit tenggorokan, pusing, pembengkakan
kelenjar getah bening, rambut rontok, serta penurunan berat badan.
3. Sifilis Laten
Pada sifilis tahap ini,
bakteri tetap ada, tetapi sifilis tidak menimbulkan gejala apa pun selama
bertahun-tahun. Selama 12 bulan pertama tahap sifilis laten, infeksi masih bisa
ditularkan. Setelah 2 tahun, infeksi masih ada di dalam tubuh, tetapi tidak bisa
menular kepada orang lain lagi.
4. Sifilis tersier
Infeksi pada tahap ini
dapat muncul antara 10-30 tahun setelah terjadinya infeksi pertama. Sifilis
pada tahap tersier ditunjukkan dengan kerusakan organ permanen sehingga bisa
berakibat fatal bagi penderitanya. Pada tahap ini sifilis bisa berdampak
pada mata, otak, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan sendi-sendi.
5. Sifilis Kongenital
Ibu hamil yang terkena sipilis dapat
menyebarkan penyakit ini kepada anaknya, baik sejak dalam kandungan maupun saat
persalinan. Sifilis jenis ini disebut sifilis bawaan atau sifilis kongenital. Kondisi
ini sering menimbulkan komplikasi serius saat kehamilan, seperti : keguguran,
kematian janin, atau kematian bayi beberapa saat setelah dilahirkan.
Untuk
melakukan diagnosis penyakit sifilis dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah
di laboratorium. Pemeriksaan darah tersebut dilakukan untuk mendeteksi antibody
terhadap bakteri sifilis. Di UPTD Laboratorium Kesehatan Kota Surakarta dapat
melakukan pemeriksaan Sifilis dengan biaya Rp. 20.000,-
Sumber :
https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1991/sifilis
https://www.alodokter.com/sifilis
https://mitramedika.com/2024/03/20/apa-itu-sifilis-apakah-berbahaya-rs-mitra-medika-premiere/