Berita

WASPADA MALARIA


Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit serius dan mematikan. Penyakit malaria disebabkan oleh infeksi parasit plasmodium, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina, yang beredar pada petang sampai pagi hari. Parasit ini akan menetap di organ hati, berkembang biak, kemudian menyerang sel-sel darah merah. 

Malaria disebabkan oleh parasite Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Terdapat lima spesies Plasmodium yang dapat menginfeksi manusia yaitu :

1.    Plasmodium falciparum (paling berbahaya dan menyebabkan malaria berat)

Penyebab malaria tropika yang banyak ditemukan di Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan. Pengidap malaria falciparum akan merasakan gejala seperti mual, kelelahan, nyeri badan, pembesaran limpa, nyeri pada perut, otot, dan persendian, demam, sakit kepala dan anemia. Jika tidak ditangani dengan baik, malaria tropika dapat menimbulkan gangguan pada otak dan sistem saraf, serta kelumpuhan dan kejang. Plasmodium falciparum menempati urutan pertama penyebab kematian akibat malaria.

2.    Plasmodium vivax

Penyebab malaria tertiana ringan yang terjadi setiap 3 hari. Jenis malaria ini adalah yang paling umum dan banyak terjadi. Meski bergejala ringan, seperti demam dan menggigil, diare dan merasa lelah, penyakit malaria tertiana bisa melemahkan kekebalan tubuh

3.    Plasmodium Ovale

Penyakit malaria yang jarang terjadi, dan banyak ditemukan di negara-negara Afrika, Ghana, Nigeria dan Liberia. Gejalanya mirip seperti malaria quartana, yaitu demam dan menggigil, nyeri sendi dan diare. Parasitnya bisa menetap di organ hati hingga 4 tahun, hingga penyakit ini bisa kambuh kembali.

4.    Plasmodium malariae

Penyebab malaria quartana yang jarang terjadi. Gejala yang timbul berselang empat hari sekali, seperti demam dan menggigil.

 

 

5.    Plasmodium knowlesi

Jenis malaria ini ditemukan pada primate dan dapat menginfeksi manusia. Parasit umumnya ditemukan di alam pada kera ekor Panjang dan ekor babi. Gejala mirip dengan Plamodium malariae, tetapi bisa berkembang dengan cepat menjadi penyakit serius.

Malaria tidak ditularkan melalui kontak langsung dari orang ke orang, melainkan gigitan nyamuk. Namun, malaria bisa juga ditularkan dengan cara-cara berikut ini seperti dari ibu kepada bayi dalam kandungannya, jarum suntik, tranfusi darah, dan transplantasi organ. Malaria dapat terjadi pada siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi malaria, yaitu

a.    Usia
Anak berusia di bawah lima tahun lebih rentan terinfeksi penyakit malaria. Orang tua dan wanita hamil juga memiliki risiko kematian lebih tinggi akibat penyakit malaria.

  1. Tempat tinggal
    Orang-orang yang tinggal di wilayah tropis dan sub tropis, termasuk Indonesia, lebih rentan terkena penyakit ini, karena nyamuk penyebab malaria hidup di iklim tropis.
  2. Minim fasilitas kesehatan
    Minimnya akses dan ketersediaan fasilitas kesehatan di suatu wilayah dapat meningkatkan risiko penularan dan berkembangnya penyakit menjadi kondisi yang lebih buruk. 

Waspadai jika mengalami berbagai keluhan ini, karena bisa jadi merupakan gejala penyakit malaria. Gejala-gejala ini bisa muncul beberapa minggu setelah tergigit nyamuk dan terinfeksi parasite plasmodium yaitu demam, menggigil (panas dingin), sakit kepala, berkeringat, lesu dan letih, mual dan sakit perut, muntah, diare, nyeri otot, hilang selera makan, napas cepat, dan detak jantung meningkat.

Penularan infeksi malaria bisa dicegah dengan cara :

1.    Meningkatkan daya tahan tubuh

Pola makan sehat dan bergizi seimbang, beraktivitas fisik minimal 30 menit, tidur yang cukup, minum air putih yang cukup, tidak merokok, menghindari minuman beralkohol

2.    Menghindari gigitan nyamuk malaria

Memasang kawat/kasa di jendela dan ventilasi rumah, menyemprot ruangan dengan obat anti nyamuk, tidur memakai kelambu atau oleskan krim anti nyamuk, memakai pakaian tertutup yang panjang jika keluar rumah di malam hari.

3.    Menjaga kebersihan lingkungan

Membersihkan lingkungan dan peralatan rumah tangga secara rutin, Tidak membiarkan air tergenang di sekitar rumah, Menutup penampungan air jika sedang tidak digunakan, Tidak menggantung pakaian atau kain bekas pakai dekat tempat tidur

 

Ada beberapa langkah yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis malaria antara lain yaitu Anamnesi (wawancara medis), pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang (tes darah, tes RDT, PCR, dan pemeriksaan laboratorium lain). Jika mengalami gejala-gejala penyakit malaria ketika baru kembali dari berpergian ke negara dengan kasus malaria segera melakukan pemeriksaan ke RS terdekat dan lakukan tes darah. Di UPT Labkesda Kota Surakarta menerima pemeriksaan Mikroskopis malaria (tes darah) Rp 10.000,-

 

Tetap konsisten menjalankan pola hidup sehat dan mempelajari lebih banyak apa itu malaria, agar kita semua bisa mewujudkan Indonesia bebas malaria tahun ini dan seterusnya.

 

Sumber :

https://ayosehat.kemkes.go.id/apa-itu-malaria

https://www.halodoc.com/kesehatan/malaria?srsltid=AfmBOoo9OnsBhaQ29SmK5rtHFwQAeFyvtbNPoCG4lXjlcedfhykt8nVb

 

 

 

Berita Lainnya